Pada suatu hari ada seorang raja yang gelisah, ditengah harta berlimpah, istri yang cantik, kehidupannya hampir tidak memliki kekurangan apapun dalam materi tetapi raja itu merasa gelisah, tidak tahu apa yang membuat hidup gelisah. Maka pada suatu malam sang raja keluar dari istana untuk mencari pengobat rasa gelisahnya.
Raja memutuskan menyamar dan mengembara. Di sebuah desa, ia menemukan beberapa penduduk yang terus menerus mengeluh hidup kekurangan. Ditempat yang tidak jauh sang raja melihat ada pedagang kaya raya tetapi terus menerus mengomel dan marah karena hari itu tidak untung besar.
Melihat kenyataan hidup seperti itu sang raja semakin tidak mengerti, apa yang sebenarnya yang dicari dalam hidup ini. Disaat raja menerung dan putus asa tiba-tiba terdengar suara seseorang, 'Alhamdulillah, pekerjaan hari ini sudah selesai. Alhamdulillah, malam ini sudah makan. Alhamdulillah, terima kasih Ya Allah sekarang waktunya untuk istirahat.' ucapnya.
Suara itu benar-benar menggetarkan jiwa sang raja, mampu merasakan kebahagiaan dan kedamaian dihatinya. Sang raja mencari sumber suara itu, dia tertegun dan terpaku ternyata suara itu berasal dari seorang pemuda yang mengenakan pakaian lusuh yang nampak tertidur pulas di gudang penyimpanan barang. Melihat pemuda itu, sang raja meneteskan air mata betapa kebahagiaan justru hadir pada orang yang dipandang sebelah mata sementara dirinya sebagai raja yang berlimpah harta dan kekuasaan hidup dalam penderitaan.
Pesan kisah diatas, kita dapat melihat bahwa kunci kebahagiaan itu sebenarnya ada dalam hati kita. Suasana hati kita tergambar dalam kehidupan sehari-hari, senang, sedih, tertawa, menangis, terdiam, tersenyum. Kunci kebahagiaan tidak dapat ditemukan dari harta berlimpah ataupun kekuasaan melainkan pada hati yang tenteram.
---
'(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah! hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.' (ar-Raad : 28).
By: agussyafii
kami tak besar.. dan kami tak kuat... bila bekerjasama sume jadi mudah...! p/s-tapi gigi kami sehat dan kuat..:)
Wednesday, June 16, 2010
Salam REJAB kengkawan!!
Selamat menyambut bulan Rejab ataupun BULAN ALLAH nie ye,muge-muge menambahkan lagi
amal seharian ,doakanlah diri kita agar dapat menikmati 3 bulan ini iaitu bulan REJAB
(bulan ALLAH),bulan SYA'BAN(bulan NABI) and bulan RAMADHAN(bulan KITA),ingatlah mati
itu xpernah lambat sesaat ataupun cepat sesaat,janganlah menyesal di hari akhirat
kerna tidak menggunakan masa yg ada di dunia ini untuk beramal yup,salam bulan rejab
Jom doa same2!!
Allahummabariklana fi Rejab wa Sya'ban wa balligna ila Ramadhan
amal seharian ,doakanlah diri kita agar dapat menikmati 3 bulan ini iaitu bulan REJAB
(bulan ALLAH),bulan SYA'BAN(bulan NABI) and bulan RAMADHAN(bulan KITA),ingatlah mati
itu xpernah lambat sesaat ataupun cepat sesaat,janganlah menyesal di hari akhirat
kerna tidak menggunakan masa yg ada di dunia ini untuk beramal yup,salam bulan rejab
Jom doa same2!!
Allahummabariklana fi Rejab wa Sya'ban wa balligna ila Ramadhan
Surat Untuk HATI
"Bismillahhirrahmanirrahim..
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeza, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan kerana perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapaki jalanNya ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh sahabat-sahabat tercintaku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan.
Cuba lihat disana! Hatimu menangis dan meranakah?
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketakwaan.
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan. Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dariNya
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "
Wallahualam bisshawab Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau jalan di tempat, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahabat- sahabat tercintaku.. ... Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati "lelah".
Surat ini kutujukan untuk diriku sendiri serta sahabat-sahabat tercintaku yang insyaAllah tetap mencintai Allah dan RasulNya di atas segalanya, kerana hanya cinta itu yang dapat mengalahkan segalanya, cinta hakiki yang membuat manusia melihat segalanya dari sudut pandangan yang berbeza, lebih bermakna dan indah.
Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang kerap kali terisi oleh cinta selain dariNya, yang mudah sekali terlena oleh indahnya dunia, yang terkadang melakukan segalanya bukan keranaNya, lalu di ruang hatinya yang kelam merasa senang jika dilihat dan dipuji orang, entah di mana keikhlasannya.
Maka saat merasakan kekecewaan dan kelelahan kerana perkara yang dilakukan tidak sepenuhnya berlandaskan keikhlasan, padahal Allah tidak pernah menanyakan hasil. Dia akan melihat kesungguhan dalam berproses.
Surat ini kutujukan pula untuk jiwaku serta jiwa sahabat-sahabat tercintaku yang mulai lelah menapaki jalanNya ketika seringkali mengeluh, merasa dibebani bahkan terpaksa untuk menjalankan tugas yang sangat mulia. Padahal tiada kesakitan, kelelahan serta kepayahan yang dirasakan oleh seorang hamba melainkan Allah akan mengampuni dosa-dosanya.
Surat ini kutujukan untuk roh-ku dan roh sahabat-sahabat tercintaku yang mulai terkikis oleh dunia yang menipu, serta membiarkan fitrahnya tertutup oleh maksiat yang dinikmati, lalu di manakah kejujuran diletakkan? Dan kini terabailah sudah nurani yang bersih, saat ibadah hanyalah sebagai rutin belaka, saat jasmani dan fikiran disibukkan oleh dunia, saat wajah menampakkan kebahagiaan yang penuh kepalsuan.
Cuba lihat disana! Hatimu menangis dan meranakah?
Surat ini kutujukan untuk diriku dan diri sahabat-sahabat tercintaku yang sombong, yang terkadang bangga pada dirinya sendiri. Sungguh tiada satupun yang membuat kita lebih di hadapanNya selain ketakwaan.
Padahal kita menyedari bahawa tiap-tiap jiwa akan merasakan mati, namun kita masih bergulat terus dengan kefanaan. Surat ini kutujukan untuk hatiku dan hati sahabat-sahabat tercintaku yang mulai mati, saat tiada getar ketika asma Allah disebut, saat tiada sesal ketika kebaikan berlalu begitu sahaja, saat tiada rasa takut padaNya ketika maksiat dilakukan, dan tiada merasa berdosa ketika menzalimi diri sendiri dan orang lain.
Akhirnya surat ini kutujukan untuk jiwa yang masih memiliki cahaya meskipun sedikit, jangan biarkan cahaya itu padam. Maka terus kumpulkan cahaya itu hingga ia dapat menerangi wajah-wajah di sekeliling, memberikan keindahan Islam yang sesungguhnya hanya dengan kekuatan dariNya
"Ya..Allah yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hati ini pada agamaMU, pada taat kepadaMu dan dakwah di jalanMu "
Wallahualam bisshawab Semoga dapat membangkitkan iman yang sedang mati atau jalan di tempat, berdiam diri tanpa ada sesuatu amalanpun yang dapat dikerjakan. Kembalikan semangat itu sahabat- sahabat tercintaku.. ... Ada Allah dan orang-orang beriman yang selalu menemani di kala hati "lelah".
first post from me :D
salam..lama rasanya tak mencoretkan sesuatu di sini..'lama'?? tak pernah kot rasanya..;D
hm..hamdalillah..rasanya kawan-kawan semua dah dapat kan tawaran ke degree..ada yang suka,ada yang sedih..syukur dan sabar ya kawan-kawan :)))
tak ade apa nak tulis sebenarnya :)
cuma mahu menyatakan kebimbangan (cewahh!)..tawaran degree saya belum keluar lagi..T.T
banyak kali dah berurusan dengan cikgu arho..cikgu ckp,untuk kes saya..lecturers belum meeting lagi..tak tahu lah bila..
hai hati..
sabar ya :))))
kawan-kawan..
ku pohon doa darimu..
agar di mudahkan segala urusan saya...:)
Sunday, June 13, 2010
Tazkirah Remaja - Ustaz Mohd Zawawi Yusoh
DOSA bukan perkara kecil. Hari ini ramai orang memandang remeh soal dosa. Sesetengah umat Islam kini bukan saja tidak takut berbuat dosa malah seronok pula melakukannya.
Menurut Ibnu Qayyim, akibat yang akan menimpa pelaku maksiat antaranya:
1. Maksiat akan menghalang diri daripada mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Ketahuilah, kemaksiatan dalam hati dapat menghalang serta memadamkan cahaya itu.
2. Maksiat menghalang rezeki. Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan bererti menimbulkan kefakiran.
Rasulullah s.a.w bersabda, "Seseorang hamba dicegah daripada rezeki akibat dosa yang dibuatnya." (HR Ahmad).
Justeru, kita perlu meyakini takwa adalah penyebab datangnya rezeki serta memudahkan rezeki kita. Jika saat ini kita berasakan betapa sulitnya mendapatkan rezeki Allah, maka tinggalkan kemaksiatan! Jangan kita penuhi jiwa kita dengan debu maksiat.
3. Maksiat membuat kita jauh daripada Allah. Diriwayatkan ada seorang lelaki mengeluh kepada seorang arif berkenaan kesunyian jiwanya. Arif itu berpesan, "Jika kegersangan hatimu akibat dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu."
4. Maksiat membuat sulit semua urusan kita. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gelita.
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.
5. Maksiat melemahkan hati dan badan. Kekuatan seorang mukmin terpancar daripada kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya.
6. Maksiat menghalang untuk kita taat. Orang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat. Orang yang berbuat maksiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi mengalami sakit berpanjangan.
7. Maksiat memendekkan umur dan menghapus keberkatan. Pada dasarnya, umur manusia dihitung daripada masa hidupnya. Imam Nawawi hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah s.w.t. Meskipun hidupnya pendek, namun berkat. Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya keberkatan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.
8. Maksiat menumbuhkan maksiat lain. Seorang ulama salaf berkata, jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal itu akan mendorongnya melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Oleh itu, berhati-hatilah. Jangan sesekali cuba melakukan maksiat kerana ia akan menyebabkan 'ketagihan' dan sukar untuk berhenti jika ia menjadi satu kebiasaan.
9. Maksiat mematikan bisikan hati nurani. Maksiat melemahkan hati daripada kebaikan dan menguatkan kehendak melakukan maksiat lain. Itulah akibat maksiat. Tidak ada lagi rasa malu ketika berbuat maksiat. Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, dia tidak lagi memandang perbuatan itu sebagai sesuatu yang buruk. Tidak ada lagi rasa malu melakukannya. Bahkan dengan bangga menceritakan perbuatan maksiat yang dilakukannya kepada orang lain.
Oleh:- Ustaz Mohd Zawawi Yusoh
Menurut Ibnu Qayyim, akibat yang akan menimpa pelaku maksiat antaranya:
1. Maksiat akan menghalang diri daripada mendapatkan ilmu pengetahuan. Ilmu adalah cahaya yang dipancarkan ke dalam hati. Ketahuilah, kemaksiatan dalam hati dapat menghalang serta memadamkan cahaya itu.
2. Maksiat menghalang rezeki. Jika ketakwaan adalah penyebab datangnya rezeki, maka meninggalkan ketakwaan bererti menimbulkan kefakiran.
Rasulullah s.a.w bersabda, "Seseorang hamba dicegah daripada rezeki akibat dosa yang dibuatnya." (HR Ahmad).
Justeru, kita perlu meyakini takwa adalah penyebab datangnya rezeki serta memudahkan rezeki kita. Jika saat ini kita berasakan betapa sulitnya mendapatkan rezeki Allah, maka tinggalkan kemaksiatan! Jangan kita penuhi jiwa kita dengan debu maksiat.
3. Maksiat membuat kita jauh daripada Allah. Diriwayatkan ada seorang lelaki mengeluh kepada seorang arif berkenaan kesunyian jiwanya. Arif itu berpesan, "Jika kegersangan hatimu akibat dosa, maka tinggalkanlah perbuatan dosa itu."
4. Maksiat membuat sulit semua urusan kita. Ketaatan adalah cahaya, sedangkan maksiat adalah gelap gelita.
Ibnu Abbas r.a. berkata, "Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.
5. Maksiat melemahkan hati dan badan. Kekuatan seorang mukmin terpancar daripada kekuatan hatinya. Jika hatinya kuat, maka kuatlah badannya.
6. Maksiat menghalang untuk kita taat. Orang melakukan dosa dan maksiat cenderung untuk tidak taat. Orang yang berbuat maksiat seperti orang yang satu kali makan, tetapi mengalami sakit berpanjangan.
7. Maksiat memendekkan umur dan menghapus keberkatan. Pada dasarnya, umur manusia dihitung daripada masa hidupnya. Imam Nawawi hanya diberi usia 30 tahun oleh Allah s.w.t. Meskipun hidupnya pendek, namun berkat. Kitab Riyadhush Shalihin dan Hadits Arbain yang ditulisnya memberinya keberkatan dan usia yang panjang, sebab dibaca oleh manusia dari generasi ke generasi hingga saat ini dan mungkin generasi yang akan datang.
8. Maksiat menumbuhkan maksiat lain. Seorang ulama salaf berkata, jika seorang hamba melakukan kebaikan, maka hal itu akan mendorongnya melakukan kebaikan yang lain dan seterusnya. Oleh itu, berhati-hatilah. Jangan sesekali cuba melakukan maksiat kerana ia akan menyebabkan 'ketagihan' dan sukar untuk berhenti jika ia menjadi satu kebiasaan.
9. Maksiat mematikan bisikan hati nurani. Maksiat melemahkan hati daripada kebaikan dan menguatkan kehendak melakukan maksiat lain. Itulah akibat maksiat. Tidak ada lagi rasa malu ketika berbuat maksiat. Jika orang sudah biasa berbuat maksiat, dia tidak lagi memandang perbuatan itu sebagai sesuatu yang buruk. Tidak ada lagi rasa malu melakukannya. Bahkan dengan bangga menceritakan perbuatan maksiat yang dilakukannya kepada orang lain.
Oleh:- Ustaz Mohd Zawawi Yusoh
Saturday, June 5, 2010
selamatkan Palestin ya ALLAH..
Qunut Nazilah
Bacaan Qunut merujuk kepada doa yang dibaca di dalam solat pada tempat
yang khusus sewaktu berdiri.
Qunut nazilah merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat
dibaca dalam solat mengikut mazhab syafie selain qunut dalam solat subuh
dan qunut pada separuh malam kedua terakhir dalam solat witir di bulan
Ramadhan.
Qunut nazilah sunat dibacakan ketika umat Islam didatangi bala bencana
atau ditimpa musibah seperti ketakutan, ditimpa wabak, diserang belalang
dan sebagainya. Qunut ini tidak dibacakan jika umat Islam tidak didatangi
dengan cubaan-cubaan seperti ini.
Bacaan Qunut Nazilah di zaman Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam
Qunut ini pernah dibacakan oleh Rasulullah ketika kejadian pembunuhan
beramai-ramai 60 orang penghafaz al-Quran selama sebulan berdasarkan
hadis berikut:
Maksudnya: Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa qunut
pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan sahabatsahabatnya
penghafaz-penghafaz al-Quran.
-Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim-
TATACARA MEMBACA QUNUT NAZILAH..
1. Qunut ini boleh dibacakan pada tiap-tiap sembahyang fardhu jika
kedatangan bala atau sebarang cubaan dari Allah SWT.
Maksudnya: Dari Abi Hurairah radhiyallahu `anhu beliau berkata : "Demi
Allah, sesungguhnya aku akan mendekatkan kamu cara solat Rasulullah
S.A.W. Maka Abu Hurairah melakukan qunut pada solat Zuhur, Isya' dan
Subuh. Beliau mendoakan kebaikan untuk kaum mukminin dan
memintakan laknat ke atas orang-orang kafir".
Maksudnya: Abu Hurairah radhiyallahu `anhu meriwayatkan bahawa
sesungguhnya Nabi S.A.W tidak membaca qunut melainkan apabila beliau
berdoa untuk kebaikan seseorang atau mendoakan kehancuran seseorang.
Apabila baginda berkata: "sami'allahu liman hamidah" Baginda berkata
“Rabbana lakalhamd dan Baginda S.A.W membaca doa”.
2. Qunut ini dibacakan pada waktu iktidal selepas ruku’ pada rakaat
terakhir.
Diceritakan kepada kami Asim berkata, aku bertanya pada Anas bin Malik
tentang qunut, lalu dia berkata sememangnya qunut itu ada. Aku berkata
samada sebelum rukuk atau selepasnya, Anas berkata selepas rukuk. Aku
berkata lagi, sesungguhnya seseorang telah mengkhabarkan kepadaku
bahawa engkau memberitahunya selepas rukuk. Anas berkata dia
berdusta, sesungguhnya Rasulullah S.A.W membaca qunut selepas rukuk
selama sebulan dan diperlihatkannya ketika mengutus satu kaum yang
dikatakan mereka itu baik bacaannya seramai 70 orang kepada kaum
mushrikin yang telah melakukan perjanjian dengan Rasulullah S.A.W
(mengikut riwayat hadis yang lain, 70 orang al-qura’ yang diutuskan oleh
Rasulullah tersebut telah dibunuh). Lalu baginda berqunut selama
sebulan mendoakan kecelakaan ke atas mereka.
3. Lafaz doa qunut nazilah adalah seperti berikut:
Maksudnya “ Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan
Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari
Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami
memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak
mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka
kepada Mu.
Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami
bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas,
kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana
azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur
Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah
segala macam kezaliman dan permusuham, Bantulah saudara-saudara
kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka
kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.
Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah
Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami
dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya
melainkan Engkau, ya Allah.”
** mintak maaf..xde dlm bhs arabny..
4. Sunat ditambah bacaan doa ini selepas bacaan qunut harian.
5. Disunatkan kepada Imam untuk membacanya secara kuat dan
diaminkan oleh makmum dalam solat yang berjemaah.
6. Sebagai peringatan, qunut nazilah hanya dibacakan apabila manusia
ditimpa sesuatu musibah. Maka, solat fardhu selain solat subuh tidak
dibaca qunut melainkan jika berlaku sesuatu perkara buruk
berdasarkan hadis:
Maksudnya: Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa
qunut pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan
sahabat-sahabatnya penghafaz-penghafaz al-Quran.
-Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
sumber :http://www.islam.gov.my/portal/pdf/2009/DoaQunutNazilah.pdf
Bacaan Qunut merujuk kepada doa yang dibaca di dalam solat pada tempat
yang khusus sewaktu berdiri.
Qunut nazilah merupakan salah satu daripada tiga jenis qunut yang sunat
dibaca dalam solat mengikut mazhab syafie selain qunut dalam solat subuh
dan qunut pada separuh malam kedua terakhir dalam solat witir di bulan
Ramadhan.
Qunut nazilah sunat dibacakan ketika umat Islam didatangi bala bencana
atau ditimpa musibah seperti ketakutan, ditimpa wabak, diserang belalang
dan sebagainya. Qunut ini tidak dibacakan jika umat Islam tidak didatangi
dengan cubaan-cubaan seperti ini.
Bacaan Qunut Nazilah di zaman Rasulullah sallallahu`alaihi wasallam
Qunut ini pernah dibacakan oleh Rasulullah ketika kejadian pembunuhan
beramai-ramai 60 orang penghafaz al-Quran selama sebulan berdasarkan
hadis berikut:
Maksudnya: Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa qunut
pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan sahabatsahabatnya
penghafaz-penghafaz al-Quran.
-Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim-
TATACARA MEMBACA QUNUT NAZILAH..
1. Qunut ini boleh dibacakan pada tiap-tiap sembahyang fardhu jika
kedatangan bala atau sebarang cubaan dari Allah SWT.
Maksudnya: Dari Abi Hurairah radhiyallahu `anhu beliau berkata : "Demi
Allah, sesungguhnya aku akan mendekatkan kamu cara solat Rasulullah
S.A.W. Maka Abu Hurairah melakukan qunut pada solat Zuhur, Isya' dan
Subuh. Beliau mendoakan kebaikan untuk kaum mukminin dan
memintakan laknat ke atas orang-orang kafir".
Maksudnya: Abu Hurairah radhiyallahu `anhu meriwayatkan bahawa
sesungguhnya Nabi S.A.W tidak membaca qunut melainkan apabila beliau
berdoa untuk kebaikan seseorang atau mendoakan kehancuran seseorang.
Apabila baginda berkata: "sami'allahu liman hamidah" Baginda berkata
“Rabbana lakalhamd dan Baginda S.A.W membaca doa”.
2. Qunut ini dibacakan pada waktu iktidal selepas ruku’ pada rakaat
terakhir.
Diceritakan kepada kami Asim berkata, aku bertanya pada Anas bin Malik
tentang qunut, lalu dia berkata sememangnya qunut itu ada. Aku berkata
samada sebelum rukuk atau selepasnya, Anas berkata selepas rukuk. Aku
berkata lagi, sesungguhnya seseorang telah mengkhabarkan kepadaku
bahawa engkau memberitahunya selepas rukuk. Anas berkata dia
berdusta, sesungguhnya Rasulullah S.A.W membaca qunut selepas rukuk
selama sebulan dan diperlihatkannya ketika mengutus satu kaum yang
dikatakan mereka itu baik bacaannya seramai 70 orang kepada kaum
mushrikin yang telah melakukan perjanjian dengan Rasulullah S.A.W
(mengikut riwayat hadis yang lain, 70 orang al-qura’ yang diutuskan oleh
Rasulullah tersebut telah dibunuh). Lalu baginda berqunut selama
sebulan mendoakan kecelakaan ke atas mereka.
3. Lafaz doa qunut nazilah adalah seperti berikut:
Maksudnya “ Ya Allah, sesungguhnya kami bermohon pertolongan
Mu, kami meminta ampun kepada Mu, kami memohon petunjuk dari
Mu, kami beriman kepada Mu, kami berserah kepada Mu dan kami
memuji Mu dengan segala kebaikan, kami mensyukuri dan tidak
mengkufuri Mu, kami melepaskan diri daripada sesiapa yang durhaka
kepada Mu.
Ya Allah, Engkau yang kami sembah dan kepada Engkau kami
bersalat dan sujud, dan kepada Engkau jualah kami datang bergegas,
kami mengharap rahmat Mu dan kami takut akan azab Mu kerana
azab Mu yang sebenar akan menyusul mereka yang kufur
Ya Allah, Muliakanlah Islam dan masyarakat Islam. Hentikanlah
segala macam kezaliman dan permusuham, Bantulah saudara-saudara
kami di mana sahaja mereka berada. Angkatlah dari mereka
kesusahan, bala, peperangan dan permusuhan.
Ya Allah, selamatkanlah kami dari segala keburukan dan janganlah
Engkau jadikan kami tempat turunnya bencana, hindarkanlah kami
dari segala bala kerana tidak sesiapa yang dapat menghindarkannya
melainkan Engkau, ya Allah.”
** mintak maaf..xde dlm bhs arabny..
4. Sunat ditambah bacaan doa ini selepas bacaan qunut harian.
5. Disunatkan kepada Imam untuk membacanya secara kuat dan
diaminkan oleh makmum dalam solat yang berjemaah.
6. Sebagai peringatan, qunut nazilah hanya dibacakan apabila manusia
ditimpa sesuatu musibah. Maka, solat fardhu selain solat subuh tidak
dibaca qunut melainkan jika berlaku sesuatu perkara buruk
berdasarkan hadis:
Maksudnya: Sesungguhnya Nabi sallallahu`alaihiwasallam telah membaca doa
qunut pada waktu selain dari Subuh ketika turunnya sewaktu pembunuhan
sahabat-sahabatnya penghafaz-penghafaz al-Quran.
-Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim
sumber :http://www.islam.gov.my/portal/pdf/2009/DoaQunutNazilah.pdf
mata siapa y tak pernah menangis
Pada setiap Jumaat, selepas selesai menunaikan solat Jumaat, seorang Imam
dan anaknya yang berumur 7 tahun akan berjalan menyusuri jalan di kota itu
dan menyebarkan risalah bertajuk "Jalan-jalan Syurga" dan beberapa karya
Islamik yang lain.
Pada satu Jumaat yang indah, pada ketika Imam dan anaknya itu hendak keluar
seperti biasa meghulurkan risalah-risalah Islam itu, hari itu menjadi amat
dingin dan hujan mulai turun.
Anak kecil itu mula membetulkan jubahnya yang masih kering dan panas dan
seraya berkata "Ayah! Saya dah bersedia"
Ayahnya terkejut dan berkata "Bersedia untuk apa?". "Ayah bukankah ini
masanya kita akan keluar menyampaikan risalah Allah"
"Anakku! Bukankah sejuk keadaan di luar tu dan hujan juga agak lebat"
"Ayah bukankah masih ada manusia yang akan masuk neraka walaupun ketika
hujan turun"
Ayahnya menambah "Ayah tidak bersedia hendak keluar dalam keadaan cuaca
sebegini"
Dengan merintih anaknya merayu "Benarkan saya pergi ayah?"
Ayahnya berasa agak ragu-ragu namun menyerahkan risalah-risalah itu kepada
anaknya "Pergilah nak dan berhati-hatilah. Allah bersama-sama kamu!"
"Terima kasih Ayah" Dengan wajah bersinar-sinar anaknya itu pergi meredah
hujan dan susuk tubuh kecil itu hilang dalam kelebatan hujan itu.
Anak kecil itu pun menyerahkan risalah-risalah tersebut kepada sesiapa pun
yang dijumpainya. Begitu juga dia akan mengetuk setiap rumah dan memberikan
risalah itu kepada penghuninya.
Setelah dua jam, hanya tinggal satu saja risalah "Jalan-jalan Syurga" ada
pada tangannya. DIa berasakan tanggungjawabnya tidak akan selesai jika masih
ada risalah di tangannya. Dia berpusing-pusing ke sana dan ke mari mencari
siapa yang akan diserahkan risalah terakhirnya itu namun gagal.
Akhirnya dia ternampak satu rumah yang agak terperosok di jalan itu dan mula
mengatur langkah menghampiri rumah itu. Apabila sampai sahaja anak itu di
rumah itu, lantas ditekannya loceng rumah itu sekali. Ditunggunya sebentar
dan ditekan sekali lagi namun tiada jawapan. Diketuk pula pintu itu namun
sekali lagi tiada jawapan. Ada sesuatu yang memegangnya daripada pergi,
mungkin rumah inilah harapannya agar risalah ini diserahkan. Dia mengambil
keputusan menekan loceng sekali lagi. Akhirnya pintu rumah itu dibuka.
Berdiri di depan pintu adalah seorang perempuan dalam lingkungan 50an.
Mukanya suram dan sedih. "Nak, apa yang makcik boleh bantu?"
Wajahnya bersinar-sinar seolah-olah malaikat yang turun dari langit.
"Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat
sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik. Saya datang ini hanya
hendak menyerahkan risalah akhir ini dan makcik adalah orang yang paling
bertuah". Dia senyum dan tunduk hormat sebelum melangkah pergi.
"Terima kasih nak dan Tuhan akan melindungi kamu" dalam nada yang lembut
Minggu berikutnya sebelum waktu solat Jumaat bermula, seperti biasa Imam
memberikan ceramahnya. Sebelum selesai dia bertanya " Ada sesiapa nak
menyatakan sesuatu"
Tiba-tiba sekujur tubuh bangun dengan perlahan dan berdiri. Dia adalah
perempuan separuh umur itu. "Saya rasa tiada sesiapa dalam perhimpunan ini
yang kenal saya. Saya tak pernah hadir ke majlis ini walaupun sekali. Untuk
pengetahuan anda, sebelum Jumaat minggu lepas saya bukan seorang Muslim.
Suami saya meninggal beberapa tahun lepas dan meninggalkan saya keseorangan
dalam dunia ini" Air mata mulai bergenang di kelopak matanya.
"Pada Jumaat minggu lepas saya mengambil keputusan untuk membunuh diri. Jadi
saya ambil kerusi dan tali. Saya letakkan kerusi di atas tangga menghadap
anak tangga menuruni. Saya ikat hujung tali di galang atas dan hujung satu
lagi diketatkan di leher. Apabila tiba saat saya untuk terjun, tiba-tiba
loceng rumah saya berbunyi. Saya tunggu sebentar, pada anggapan saya, siapa
pun yang menekan itu akan pergi jika tidak dijawab. Kemudian ia berbunyi
lagi. Kemudian saya mendengar ketukan dan loceng ditekan sekali lagi".
"Saya bertanya sekali lagi. Belum pernah pun ada orang yang tekan loceng ini
setelah sekian lama. Lantas saya melonggarkan tali di leher dan terus pergi
ke pintu"
"Seumur hidup saya belum pernah saya melihat anak yang comel itu.
Senyumannya benar-benar ikhlas dan suaranya seperti malaikat". "Makcik, maaf
saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan
makcik dan sentiasa memelihara makcik" itulah kata-kata yang paling indah
yang saya dengar".
"Saya melihatnya pergi kembali menyusuri hujan. Saya kemudian menutup pintu
dan terus baca risalah itu setiap muka surat . Akhirnya kerusi dan tali yang
hampir-hampir menyentap nyawa saya diletakkan semula ditempat asal mereka.
Aku tak perlukan itu lagi".
"Lihatlah, sekarang saya sudah menjadi seorang yang bahagia, yang menjadi
hamba kepada Tuhan yang satu ALLAH. Di belakang risalah terdapat alamat ini
dan itulah sebabnya saya di sini hari ini. Jika tidak disebabkan malaikat
kecil yang datang pada hari itu tentunya roh saya ini akan berada
selama-lamanya di dalam neraka"
Tiada satu pun anak mata di masjid itu yang masih kering. Ramai pula yang
berteriak dan bertakbir ALLAHUAKBAR!
Imam lantas turun dengan pantas dari mimbar lantas terus memeluk anaknya
yang berada di kaki mimbar dan menangis sesungguh-sungguh hatinya.
Jumaat ini dikira Jumaat yang paling indah dalam hidupnya. Tiada anugerah
yang amat besar dari apa yang dia ada pada hari ini. Iaitu anugerah yang
sekarang berada di dalam pelukannya. Seorang anak yang seumpama malaikat.
Biarkanlah air mata itu menitis. Air mata itu anugerah ALLAH kepada
makhlukNya yang penyayang
Panjangkanlah risalah ini. Ingat ALLAH sentiasa menyayangi dan memelihara
kamu!
TAKBIR!! ALLAHUAKBAR!
dan anaknya yang berumur 7 tahun akan berjalan menyusuri jalan di kota itu
dan menyebarkan risalah bertajuk "Jalan-jalan Syurga" dan beberapa karya
Islamik yang lain.
Pada satu Jumaat yang indah, pada ketika Imam dan anaknya itu hendak keluar
seperti biasa meghulurkan risalah-risalah Islam itu, hari itu menjadi amat
dingin dan hujan mulai turun.
Anak kecil itu mula membetulkan jubahnya yang masih kering dan panas dan
seraya berkata "Ayah! Saya dah bersedia"
Ayahnya terkejut dan berkata "Bersedia untuk apa?". "Ayah bukankah ini
masanya kita akan keluar menyampaikan risalah Allah"
"Anakku! Bukankah sejuk keadaan di luar tu dan hujan juga agak lebat"
"Ayah bukankah masih ada manusia yang akan masuk neraka walaupun ketika
hujan turun"
Ayahnya menambah "Ayah tidak bersedia hendak keluar dalam keadaan cuaca
sebegini"
Dengan merintih anaknya merayu "Benarkan saya pergi ayah?"
Ayahnya berasa agak ragu-ragu namun menyerahkan risalah-risalah itu kepada
anaknya "Pergilah nak dan berhati-hatilah. Allah bersama-sama kamu!"
"Terima kasih Ayah" Dengan wajah bersinar-sinar anaknya itu pergi meredah
hujan dan susuk tubuh kecil itu hilang dalam kelebatan hujan itu.
Anak kecil itu pun menyerahkan risalah-risalah tersebut kepada sesiapa pun
yang dijumpainya. Begitu juga dia akan mengetuk setiap rumah dan memberikan
risalah itu kepada penghuninya.
Setelah dua jam, hanya tinggal satu saja risalah "Jalan-jalan Syurga" ada
pada tangannya. DIa berasakan tanggungjawabnya tidak akan selesai jika masih
ada risalah di tangannya. Dia berpusing-pusing ke sana dan ke mari mencari
siapa yang akan diserahkan risalah terakhirnya itu namun gagal.
Akhirnya dia ternampak satu rumah yang agak terperosok di jalan itu dan mula
mengatur langkah menghampiri rumah itu. Apabila sampai sahaja anak itu di
rumah itu, lantas ditekannya loceng rumah itu sekali. Ditunggunya sebentar
dan ditekan sekali lagi namun tiada jawapan. Diketuk pula pintu itu namun
sekali lagi tiada jawapan. Ada sesuatu yang memegangnya daripada pergi,
mungkin rumah inilah harapannya agar risalah ini diserahkan. Dia mengambil
keputusan menekan loceng sekali lagi. Akhirnya pintu rumah itu dibuka.
Berdiri di depan pintu adalah seorang perempuan dalam lingkungan 50an.
Mukanya suram dan sedih. "Nak, apa yang makcik boleh bantu?"
Wajahnya bersinar-sinar seolah-olah malaikat yang turun dari langit.
"Makcik, maaf saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat
sayangkan makcik dan sentiasa memelihara makcik. Saya datang ini hanya
hendak menyerahkan risalah akhir ini dan makcik adalah orang yang paling
bertuah". Dia senyum dan tunduk hormat sebelum melangkah pergi.
"Terima kasih nak dan Tuhan akan melindungi kamu" dalam nada yang lembut
Minggu berikutnya sebelum waktu solat Jumaat bermula, seperti biasa Imam
memberikan ceramahnya. Sebelum selesai dia bertanya " Ada sesiapa nak
menyatakan sesuatu"
Tiba-tiba sekujur tubuh bangun dengan perlahan dan berdiri. Dia adalah
perempuan separuh umur itu. "Saya rasa tiada sesiapa dalam perhimpunan ini
yang kenal saya. Saya tak pernah hadir ke majlis ini walaupun sekali. Untuk
pengetahuan anda, sebelum Jumaat minggu lepas saya bukan seorang Muslim.
Suami saya meninggal beberapa tahun lepas dan meninggalkan saya keseorangan
dalam dunia ini" Air mata mulai bergenang di kelopak matanya.
"Pada Jumaat minggu lepas saya mengambil keputusan untuk membunuh diri. Jadi
saya ambil kerusi dan tali. Saya letakkan kerusi di atas tangga menghadap
anak tangga menuruni. Saya ikat hujung tali di galang atas dan hujung satu
lagi diketatkan di leher. Apabila tiba saat saya untuk terjun, tiba-tiba
loceng rumah saya berbunyi. Saya tunggu sebentar, pada anggapan saya, siapa
pun yang menekan itu akan pergi jika tidak dijawab. Kemudian ia berbunyi
lagi. Kemudian saya mendengar ketukan dan loceng ditekan sekali lagi".
"Saya bertanya sekali lagi. Belum pernah pun ada orang yang tekan loceng ini
setelah sekian lama. Lantas saya melonggarkan tali di leher dan terus pergi
ke pintu"
"Seumur hidup saya belum pernah saya melihat anak yang comel itu.
Senyumannya benar-benar ikhlas dan suaranya seperti malaikat". "Makcik, maaf
saya mengganggu, saya hanya ingin menyatakan yang ALLAH amat sayangkan
makcik dan sentiasa memelihara makcik" itulah kata-kata yang paling indah
yang saya dengar".
"Saya melihatnya pergi kembali menyusuri hujan. Saya kemudian menutup pintu
dan terus baca risalah itu setiap muka surat . Akhirnya kerusi dan tali yang
hampir-hampir menyentap nyawa saya diletakkan semula ditempat asal mereka.
Aku tak perlukan itu lagi".
"Lihatlah, sekarang saya sudah menjadi seorang yang bahagia, yang menjadi
hamba kepada Tuhan yang satu ALLAH. Di belakang risalah terdapat alamat ini
dan itulah sebabnya saya di sini hari ini. Jika tidak disebabkan malaikat
kecil yang datang pada hari itu tentunya roh saya ini akan berada
selama-lamanya di dalam neraka"
Tiada satu pun anak mata di masjid itu yang masih kering. Ramai pula yang
berteriak dan bertakbir ALLAHUAKBAR!
Imam lantas turun dengan pantas dari mimbar lantas terus memeluk anaknya
yang berada di kaki mimbar dan menangis sesungguh-sungguh hatinya.
Jumaat ini dikira Jumaat yang paling indah dalam hidupnya. Tiada anugerah
yang amat besar dari apa yang dia ada pada hari ini. Iaitu anugerah yang
sekarang berada di dalam pelukannya. Seorang anak yang seumpama malaikat.
Biarkanlah air mata itu menitis. Air mata itu anugerah ALLAH kepada
makhlukNya yang penyayang
Panjangkanlah risalah ini. Ingat ALLAH sentiasa menyayangi dan memelihara
kamu!
TAKBIR!! ALLAHUAKBAR!
Subscribe to:
Posts (Atom)